Perawatan Rambut yang Memicu Dampak Buruk

Perawatan rambut penting dilakukan agar rambut lebih sehat dengan kriteria berikut: hitam, bervolume, mudah diatur, lembut, berkilau, tebal, dan elastis (tidak mudah patah). Lebih dari sekedar memberikan rasa percaya diri yang tinggi, punya rambut sehat berpotensi menambah penghasilan tambahan dengan menjadi bintang iklan sampo. Hanya saja, perawatan rambut harus dilakukan dengan cara-cara yang tepat. Jika salah, bakal memicu berbagai dampak buruk berikut:

Keramas tiap hari: rambut kering & bercabang

keramas-tiap-hariKeramas memang sangat dianjurkan untuk membersihkan kulit kepala & rambut dari kotoran, debu, & polusi setelah beraktivitas di luar rumah yang nyatanya dapat memicu ketombe jika bercampur dengan keringat. Akan tetapi, keramas idealnya dilakukan 2 kali sehari atau 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Jika setiap hari bahkan di pagi & sore hari melakukan keramas, dampak buruknya adalah rambut menjadi kering & bercabang. Penggunaan sampo yang berlebihan akan menurunkan produksi minyak alami pada kulit kepala. Alhasil, rambut jadi kehilangan kelembaban alaminya. Dampak buruk akan semakin dirasakan manakala menggunakan hair dryer untuk mengeringkan rambut & alat catok untuk meluruskan rambut karena kedua alat tersebut menghantarkan panas.

Pakai penghitam rambut: rambut beruban

pakai-penghitam-rambutSeperti yang telah dijelaskan di paragraf pembuka kalau rambut berwarna hitam menjadi salah satu kriteria rambut yang sehat, tak khayal membuat sebagian orang berupaya menghitamkan rambut dengan pewarna yang berbentuk sampo, spray, atau cairan yang dioleskan langsung pada rambut. Jangka pendek, rambut memang terkesan hitam. Untuk jangka panjang, penghitam rambut untuk segala jenis sejatinya dapat memicu uban selain rambut menjadi rusak & kulit kepala iritasi. Jika memang ingin menghitamkan rambut, sebaiknya gunakan metode alami saja. Misalnya,

  • Menggunakan minyak kelapa & air perasan jeruk nipis yang dioleskan ke rambut lebih kurang 15 menit.
  • Memakai biji pepaya yang telah disangrai, ditumbuk, & dicampur dengan minyak kelapa kemudian dioleskan ke rambut & didiamkan selama 90 menit.
  • Memanfaatkan daun rambutan yang telah ditumbuk, diberi air, kemudian diperas, & terakhir dioleskan ke rambut. Diamkan selama 30 menit.

Sisir rambut ketika basah: rambut rontok

sisir-rambut-ketika-basahTerdengar sederhana, tapi dampak buruknya bagi rambut cukup besar. Yup, menyisir rambut ketika basah. Setelah mandi & keramas, tak sedikit orang yang langsung menyisir rambut, bukan? Padahal, perawatan rambut ini tidak disarankan karena rambut akan mengalami kerontokan. Ketika rambut dalam kondisi basah, akar rambut terbilang rapuh sehingga jika disisir akan mudah sekali terlepas. Tidak ingin mengalami kebotakan karena rambut terus menerus berjatuhan dari kepala? Sebaiknya hindari kebiasaan menyisir rambut ketika basah selain sesegera mungkin mengatasi ketombe & stres, menghindari hair dryer, menjauhi rebounding atau smoothing, serta mengikat rambut terlalu kuat.

Pakai kondisioner hingga kulit kepala: rambut lepek

pakai-kondisioner-hingga-kulit-kepalaBertolak dari penjelasan di paragraf awal kalau rambut sehat itu memiliki ciri lembut & mudah diatur, penggunaan kondisioner memang menjadi salah satu perawatan rambut yang patut dilakukan. Akan tetapi, tak sedikit orang yang melakukan kesalahan dalam pengalikasiannya di mana mengusapkan kondisioner hingga ke kulit kepala. Kondisioner mengandung minyak sedangkan kulit kepala memproduksi minyak alami, jika keduanya digabungkan artinya makin banyak minyak di kulit kepala. Apabila minyak tercampur dengan kotoran, debu, & polusi, potensi kemunculan ketombe di kulit kepala semakin besar. Faktanya, ketombe dapat memicu rambut lepek.