Mengenal Tanam Benang Hidung

tanam-benangSebutkan salah satu bagian tubuh yang sering dipuji oleh pria? Jawabannya ada banyak dan salah satunya adalah hidung. Wanita yang memiliki hidung mancung biasanya memiliki tampang yang cantik dan menarik. Oleh karena itu, beragam perawatan kecantikan muncul untuk para wanita yang menginginkan hidung mancung. Salah satunya adalah tanam benang hidung. Apakah Anda pernah mendengar perawatan ini? Apakah Anda tertarik untuk melakukannya guna memancungkan hidung Anda? Jika Anda tidak begitu tahu tentang tanam benang hidung tapi tertarik untuk menggunakannya, sebaiknya baca dulu informasi di bawah ini agar lebih tahu dan mengenal perawatan ini:

Pengertian

Tanam benang hidung adalah metode memancungkan hidung dengan cara menanam benang pada hidung. Prosesnya sama seperti tanam benang pada wajah tapi tujuannya yang berbeda. Apabila tanam benang wajah bertujuan untuk mengencangkan dan mempercantik kulit wajah, tanam benang hidung hanya bertujuan untuk memancungkan hidung. Berdasarkan sejumlah penelitian terpercaya, banyak pasien yang sudah melakukan perawatan ini merasa puas karena hidung mereka benar-benar berubah menjadi mancung. Apakah tidak ada efek samping? Jawabannya jelas tidak ada karena benang yang digunakan bukan sembarang benang, melainkan benang protein PDO (polydioxanone) yang bisa diserap tubuh. Apabila ditemukan efek samping berupa pembengkakan, iritasi, atau pendarahan, itu murni kesalahan dari prosedur atau benang yang digunakan. Bisa saja yang mengerjakannya juga bukan orang yang ahli di mana dia hanya menggunakan benang sembarangan dan melakukan pembedahan sepengetahuan dia saja.

Prosedur

Prosedur dari tanam benang hidung sendiri adalah konsultasi dengan dokter yang akan melakukan operasi. Pasien akan memberikan penjelasan mengenai bentuk hidung yang diinginkan dan dokter akan mengecek kondisi hidung dan memastikan bahwa bentuk hidung yang diinginkan bisa diwujudkan. Bila sudah deal, pasien akan mendapatkan waktu operasi dan diharapkan kehadirannya. Di hari H, dokter akan menyuntikkan sejumlah bius untuk membuat hidung mati rasa dan kemudian mulai menanamkan benang protein di bawah jaringan kulit sekitar batang dan cuping hidung. Setelah terjadi reaksi dari pembentukan fibrinogen dan kolagen yang membuat tulang hidung terangkat (lebih tinggi), operasi selesai dan pasien bisa melihat bahwa hidungnya sudah mancung. Apakah secepat itu? Ya, operasi yang dilakukan oleh dokter berpengalaman hanya memakan waktu minimal 45 menit saja. Tanpa rawat inap dan rasa sakit yang berarti pada bagian hidung. Oya, benang protein yang sudah ditanam akan menyatu pada jaringan kulit sehingga tahan lama.

Harga

Untuk harga tergantung di klinik kecantikan mana Anda melakukan perawatan ini dan berapa harga per benang serta jumlah benang yang dibutuhkan. Pada umumnya, harga per satu benang protein PDO (polydioxanone) berkisar 100-200 ribu rupiah. Sedangkan jumlah benang yang dibutuhkan untuk memancungkan hidung biasanya tak lebih dari 10 buah. Untuk itu, dana yang harus disiapkan minimal satu juta rupiah saja. Namun, tidak perlu khawatir karena klinik kecantikan biasanya menawarkan promo spesial di mana pasien bisa mendapatkan potongan harga mulai dari 20-30 persen sehingga bisa hemat pengeluaran. Sementara itu, untuk perawatan paska operasi sendiri terbilang tidak ada, hanya saja pastikan untuk minum obat yang sudah diberikan dokter (bila ada) dan menjauhkan hidung dari berbagai benturan keras.

Ingat untuk memilih klinik kecantikan profesional agar mendapatkan pelayanan dan hasil yang maksimal. Mudah-mudahan dengan melakukan tanam benang hidung, Anda bisa mendapatkan hidung mancung sesuai keinginan.

Perawatan Rambut yang Memicu Dampak Buruk

Perawatan rambut penting dilakukan agar rambut lebih sehat dengan kriteria berikut: hitam, bervolume, mudah diatur, lembut, berkilau, tebal, dan elastis (tidak mudah patah). Lebih dari sekedar memberikan rasa percaya diri yang tinggi, punya rambut sehat berpotensi menambah penghasilan tambahan dengan menjadi bintang iklan sampo. Hanya saja, perawatan rambut harus dilakukan dengan cara-cara yang tepat. Jika salah, bakal memicu berbagai dampak buruk berikut:

Keramas tiap hari: rambut kering & bercabang

keramas-tiap-hariKeramas memang sangat dianjurkan untuk membersihkan kulit kepala & rambut dari kotoran, debu, & polusi setelah beraktivitas di luar rumah yang nyatanya dapat memicu ketombe jika bercampur dengan keringat. Akan tetapi, keramas idealnya dilakukan 2 kali sehari atau 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Jika setiap hari bahkan di pagi & sore hari melakukan keramas, dampak buruknya adalah rambut menjadi kering & bercabang. Penggunaan sampo yang berlebihan akan menurunkan produksi minyak alami pada kulit kepala. Alhasil, rambut jadi kehilangan kelembaban alaminya. Dampak buruk akan semakin dirasakan manakala menggunakan hair dryer untuk mengeringkan rambut & alat catok untuk meluruskan rambut karena kedua alat tersebut menghantarkan panas.

Pakai penghitam rambut: rambut beruban

pakai-penghitam-rambutSeperti yang telah dijelaskan di paragraf pembuka kalau rambut berwarna hitam menjadi salah satu kriteria rambut yang sehat, tak khayal membuat sebagian orang berupaya menghitamkan rambut dengan pewarna yang berbentuk sampo, spray, atau cairan yang dioleskan langsung pada rambut. Jangka pendek, rambut memang terkesan hitam. Untuk jangka panjang, penghitam rambut untuk segala jenis sejatinya dapat memicu uban selain rambut menjadi rusak & kulit kepala iritasi. Jika memang ingin menghitamkan rambut, sebaiknya gunakan metode alami saja. Misalnya,

  • Menggunakan minyak kelapa & air perasan jeruk nipis yang dioleskan ke rambut lebih kurang 15 menit.
  • Memakai biji pepaya yang telah disangrai, ditumbuk, & dicampur dengan minyak kelapa kemudian dioleskan ke rambut & didiamkan selama 90 menit.
  • Memanfaatkan daun rambutan yang telah ditumbuk, diberi air, kemudian diperas, & terakhir dioleskan ke rambut. Diamkan selama 30 menit.

Sisir rambut ketika basah: rambut rontok

sisir-rambut-ketika-basahTerdengar sederhana, tapi dampak buruknya bagi rambut cukup besar. Yup, menyisir rambut ketika basah. Setelah mandi & keramas, tak sedikit orang yang langsung menyisir rambut, bukan? Padahal, perawatan rambut ini tidak disarankan karena rambut akan mengalami kerontokan. Ketika rambut dalam kondisi basah, akar rambut terbilang rapuh sehingga jika disisir akan mudah sekali terlepas. Tidak ingin mengalami kebotakan karena rambut terus menerus berjatuhan dari kepala? Sebaiknya hindari kebiasaan menyisir rambut ketika basah selain sesegera mungkin mengatasi ketombe & stres, menghindari hair dryer, menjauhi rebounding atau smoothing, serta mengikat rambut terlalu kuat.

Pakai kondisioner hingga kulit kepala: rambut lepek

pakai-kondisioner-hingga-kulit-kepalaBertolak dari penjelasan di paragraf awal kalau rambut sehat itu memiliki ciri lembut & mudah diatur, penggunaan kondisioner memang menjadi salah satu perawatan rambut yang patut dilakukan. Akan tetapi, tak sedikit orang yang melakukan kesalahan dalam pengalikasiannya di mana mengusapkan kondisioner hingga ke kulit kepala. Kondisioner mengandung minyak sedangkan kulit kepala memproduksi minyak alami, jika keduanya digabungkan artinya makin banyak minyak di kulit kepala. Apabila minyak tercampur dengan kotoran, debu, & polusi, potensi kemunculan ketombe di kulit kepala semakin besar. Faktanya, ketombe dapat memicu rambut lepek.